Perbedaan Kejang Demam Vs Step Dalam Dunia Medis

Demam tinggi lalu kejang-kejangApakah anak anda atau keponakan anda pernah mengalami? Kondisi ini banyak disebut orang awam sebagai ‘step’, dalam dunia medis kondisi ini disebut dengan kejang demam. Apakah semua penyakit kejang disebut dengan step? Apakah semua penyakit kejang menandakan tanda bahaya? Mari kita kenal kondisi kejang demam ini lebih mendalam.

pengertian Kejang demam

Kejang Demam

Yang dimaksud dengan kejang demam adalah bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh (suhu rektal di atas 38° C) tanpa adanya infeksi susunan saraf pusat, gangguan elektrolit atau metabolik lain. Kejang disertai demam pada bayi berusia kurang dari 1 bulan tidak termasuk dalam kejang demam.

klasifikasi penyakit kejang demam

Kejang Demam Pada Balita

Kejang demam dibagi menjadi 2 jenis, yaitu kejang demam sederhana dan kejang demam kompleks. Kejang demam sederhana adalah kejang yang berlangsung kurang dari 15 menit, bersifat umum (seluruh tubuh kelojotan) serta tidak berulang dalam waktu 24 jam. Kejang demam sederhana merupakan kondisi yang paling sering terjadi, sekitar 80% dari seluruh kejang demam. Sedangkan yang dimaksud dengan kejang demam kompleks adalah jika kejang berlangsung lebih dari 15 menit, bersifat fokal (hanya bagian tertentu saja dari tubuh yang kelojotan) atau parsial 1 sisi (setengah bagian tubuh yang kelojotan) kejang umum didahului kejang fokal dan berulang atau lebih dari 1 kali dalam 24 jam.

cara mengatasi kejang demam

Kejang Demam

Pada kondisi ini, orang tua memegang peranan penting untuk mengetahui jenis kejangnya (umum atau fokal), lama kejang, suhu sebelum/saat kejang, banyak kejang dalam waktu 24 jam, keadaan anak setelah kejang (sadar atau tidur), penyakit infeksi (batuk, nyeri telinga, nyeri berkemih), riwayat kejang dalam keluarga, kondisi penyebab gangguan elektrolit (diare/muntah). Hindari memberi makanan atau minuman saat terjadi kejang.

Jangan gunakan alkohol atau air dingin untuk menurunkan suhu tubuh anak yang sedang demam. Jangan selimuti si kecil dengan selimut tebal. Selimut dan pakaian tebal dan tertutup justru akan meningkatkan suhu tubuh dan menghalangi penguapan. Pakaian ketat atau yang mengikat terlalu kencang sebaiknya ditanggalkan saja. Agar anak tidak terluka, pindahkan benda-benda keras atau tajam yang berada dekat anak. Tak perlu menahan mulut si kecil agar tetap terbuka dengan mengganjal/menggigitkan sesuatu di antara giginya. . Miringkan posisi tubuh anak agar tidak menelan cairan muntahnya sendiri yang bisa mengganggu pernapasannya

Facebook Comments