Penyakit Lupus, Si Seribu Wajah yang Luput Perhatian

headerPenyakit lupus, meskipun tingkat bahayanya sama tinggi dengan kanker, karena dapat merusak berbagai organ penting dalam tubuh, namun popularitasnya jauh tak sebanding. Dapat dimaklumi karena penyakit yang menyerang kekebalan tubuh ini tergolong penyakit langka,  hanya “mengincar” 1 dari 8 manusia, yang umumnya perempuan.

Sebanyak 90% dari pasien lupus adalah perempuan yang sebagian besar berusia 15 sampai 44 tahun. Belum ada penjelasan berdasarkan penelitian yang valid, tentang alasan kenapa perempuan lebih banyak menderita penyakit yang autoimun ini.

Lupus sulit didiagnosis karena gejalanya datang dan pergi, meniru penyakit lain, dan tidak ada tes laboratorium tunggal yang pasti bisa mengidentifikasi penyakit ini. Karena itu, lupus banyak dijuluki sebagai Si Penyakit Seribu Wajah. Sebagaimana dilansir laman Lupus Research Institute, tak jarang dokter baru dapat mendiagnosis seseorang mengidap penyakit Lupus setelah 5 tahun perawatan.

info2

Orang keturunan Asia, Afrika, dan penduduk asli Amerika punya kemungkinan besar untuk mengembangkan penyakit ini dibandingkan dengan ras kaukasia. Umumnya, Odapus (Orang dengan Lupus), memiliki tingkat survival selama 10 hingga 15 tahun. Di negara maju, angka itu bisa menjadi 20-25 tahun.

Karena lupus bisa menyerang bagian tubuh manapun, orang yang terkena lupus akan mengalami berbagai gejala. Banyak orang yang menderita lupus pada awalnya mengalami sakit kepala, nyeri otot, dan lainnya. Tapi, bedanya dengan penyakit lain adalah Odapus akan mengalami sakit yang dahsyat. Ada gejala lain yang khas dari penyakit ini, yaitu ruam berbentuk kupu-kupu pada tulang hidung. Ruam ini menjadi tanda yang paling jelas, meskipun tidak semua orang yang terkena lupus punya tanda ini. 

Seperti ODHA (Orang dengan HIV/AIDS), sepanjang hidup penderita lupus akan terus berurusan dengan obat. Lupus biasanya diobati oleh rheumatologist yang mengkhususkan diri dalam mengobati penyakit yang mempengaruhi sendi, otot dan tulang. Manifestasi spesifik lupus, seperti penyakit jantung dan ginjal, dapat diobati dengan dokter spesialis lain sesuai bidangnya.

Uniknya, penyakit lupus sangat individual. Tidak ada dua kasus yang persis sama dari masing-masing pasien lupus. Sehingga pengobatan juga bervariasi tergantung pada gejala dan kebutuhan pasien.

Obat anti-inflamasi, anti-malaria, dan steroid, seperti prednison, digunakan untuk mengobati lupus. Kemoterapi sitotoksik sama dengan yang diberikan dalam pengobatan kanker juga digunakan untuk menekan sistem kekebalan tubuh pada pasien lupus.

Beberapa publik figure terkenal yang mengidap penyakit lupus adalah Selena Gomez dan Toni Braxton. Di Indonesia, menurut informasi yang dikabarkan Yayasan Lupus Indonesia, penderita penyakit lupus meningkat setiap tahun.

Dalam rangka memperingati Hari Lupus Sedunia yang jatuh pada setiap tanggal 10 Mei, tak ada salahnya untuk kita semua lebih peduli terhadap penyakit ini, dengan menggali lebih banyak informasi terkait lupus.

Pasalnya, pencegahan dan antisipasi diri dari penyakit ini dapat dimulai dengan mengenal keunikan-keunikan penyakit yang  sangat sulit dikenali, karena tidak ada yang khusus pada penderitanya.

info1

Facebook Comments