Mengatasi Gangguan Belajar Pada Anak

Tidak sedikit orang tua beranggapan bahwa gangguan belajar pada anak akan membaik dengan bertambahnya umur anak atau sejalan dengan perjalanan tumbuh kembang pendidikan. Berdasarkan penelitian di Amerika yang dilakukan pada anak usia sekolah antara 6-17 tahun, terdapat hasil prevalensi anak dengan kesulitan belajar sebanyak 4-5 persen. Gangguan belajar pada anak bila tidak dideteksi secara dini dan tidak dilakukan terapi yang benar maka akan menyebabkan kegagalan dalam proses pendidikan dan dapat mempengaruhi masa depan anak tersebut.

Berdasarkan National Joint Committee on Learning Disabilities, yang dimaksud dengan kesulitan belajar adalah sekumpulan gejala yang bermanifestasi sebagai kesulitan dalam mendengar, berbicara, membaca, menulis, logika, dan kemampuan matematika. Kelainan ini juga termasuk yang terhubung dengan gangguan sistem saraf pusat dan kondisi-kondisi lain seperti gangguan sensorik, gangguan penglihatan, gangguan pendengaran, gangguan tingkah laku, retardasi mental, gangguan sosial dan emosional, maupun perbedaan kultur.

Berdasarkan Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa, ada beberapa bagian gangguan belajar anak, antara lain :

  1. Gangguan membaca. Suatu keadaan di mana kemampuan membaca dan pengertian terhadap bacaan di bawah standar yang diharapkan, yaitu umur kronologis, intelegensia yang terukur atau sesuai umur masa sekolah
  2. Gangguan menulis. Kemampuan menulis yang diukur secara individu dengan pemeriksaan yang telah distandarisasi di bawah umur kronologis, intelegensia yang terukur atau umur masa sekolah
  3. Gangguan matematika. Suatu keadaan dimana kemampuan matematika yang diukur secara individu dengan pemeriksaan yang telah distandarisasi berada di bawah umur kronologis, intelegensia yang terukur atau umur masa sekolah
  4. Gangguan belajar NOS (Not Otherwise Specified). Gangguan yang masuk ke dalam kriteria ini adalah gangguan yang tidak dapat masuk ke dalam kriteria-kriteria yang telah disebutkan di atas

Untuk mencapai kemampuan akademik yang kompeten dan mengobati kelainan-kelainan yang berhubungan, dibutuhkan kerjasama yang baik antara dokter, psikolog, pendidik, dan orangtua. Dalam hal ini, intervensi yang dilakukan haruslah sesuai dengan kebutuhan akan gangguan yang diderita oleh anak tersebut.

  1. Gangguan membaca (dyslexia). Meningkatkan pengenalan kata-kata, menambah perbendarahaan kata, mengerti arti kata, dan meningkatkan kemampuan membaca dengan menggunakan metode-metode pengajaran seperti program Recipe for reading dan Wilson reading system.
  2. Gangguan menulis (dysgraphia). Teknik remedial dan instruksional dapat membantu masalah ekspresi menulis.
  3. Gangguan matematika (dyscalculia). Teknik intervensi yang dilakukan dapat dititik-beratkan pada urusan penggunaan uang baik di rumah makan, supermarket (menghitung uang kembalian), maupun urusan perbankan (menghitung bunga)

Konseling yang baik adalah konseling keluarga dengan pokok permasalahan teknik terapi perilaku, disiplin, harapan orangtua, dan kepercayaan diri anak. Orangtua berperan sebagai ujung tombak untuk deteksi dini kesulitan belajar, melakukan stimulasi, evaluasi di rumah, dan membangun mental anak agar tidak merasa kecil hati.

Facebook Comments