Kateterisasi, Cara Akurat Deteksi Penyakit Jantung Koroner

Sumber : rd.com

Jantung merupakan organ vital yang berfungsi untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik, otot jantung memerlukan oksigen dan nutrisi yang cukup. Oksigen dan nutrisi dari dalam tubuh tersebut diangkut melalui pembuluh darah menuju otot jantung dan pembuluh darah tersebut disebut dengan arteri koroner. Apabila aliran darah pada arteri koroner tersebut terhalang, terjadi gangguan suplai oksigen dan nutrisi ke otot jantung sehingga gerakan jantung akan menjadi tidak normal. Kondisi inilah yang dikenal sebagai Penyakit Jantung Koroner (PJK).

Menurut para dokter jantung, umumnya PJK memiliki gejala berupa nyeri dada saat melakukan gerakan fisik atau olahraga. Namun, tak jarang penderitanya tidak merasakan gejala apa pun hingga akhirnya mengalami serangan jantung yang fatal. Oleh karena itu, sangat penting dilakukan pemeriksaan jantung sejak dini ketika Anda merasakan nyeri pada bagian dada.

Dokter spesialis jantung akan menyarankan beberapa metode pemeriksaan jantung untuk melihat fungsi jantung dan/atau mendeteksi PJK. Beberapa di antaranya adalah Kateterisasi, Treadmill Test, Echocardiogram, Holter Monitoring, Elektrokardiogram,  Tes Stres, dan CT Scan jantung. Metode kateterisasi merupakan salah satu pilihan yang paling dianjurkan karena mampu bekerja dengan tingkat kesalahan mencapai 0%.

Kateterisasi jantung dilakukan dengan memasukkan selang tipis dan fleksibel yang panjang yang dinamakan kateter ke dalam pembuluh vena atau arteri yang terdapat pada lipatan paha, leher, atau lengan Anda. Kateter kemudian diangkut melalui pembuluh darah Anda untuk sampai ke jantung. Dengan menggunakan kateter, dokter jantung kemudian dapat melakukan pemeriksaan diagnostik.

Apabila Anda melakukan kateterisasi jantung, dokter spesialis jantung dapat melakukan beberapa hal seperti menentukan lokasi penyempitan atau penyumbatan pada pembuluh darah yang dapat menyebabkan Anda mengalami keluhan nyeri dada (angiogram), mengetahui jumlah oksigen di dalam jantung (penilaian hemodinamik), memeriksa tekanan di dalam jantung, mengambil sampel jaringan dari jantung (biopsi), mendiagnosis kelainan jantung yang ada sejak lahir (penyakit jantung bawaan), serta melihat apakah ada masalah dengan katup jantung.

Waktu pemeriksaan dengan metode kateterisasi sangat bergantung pada kondisi klinis Anda. Anda dapat langsung pulang pada hari yang sama atau dirawat terlebih dulu selama satu malam. Rawat inap yang lebih lama diperlukan apabila Anda mengalami kondisi penyakit jantung yang serius. Hasil pemeriksaan dengan metode kateterisasi akan dijelaskan secara rinci oleh dokter spesialis jantung termasuk tindakan selanjutnya yang diperlukan berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut.

Untuk memperoleh informasi lebih lengkap mengenai metode pemeriksaan jantung dengan kateterisasi, Anda dianjurkan untuk berkonsultasi secara langsung dengan dokter jantung Anda. Namun, jika Anda terlalu sibuk untuk datang berkonsultasi secara langsung atau tidak ingin mengantre lama, kunjungi laman ini untuk melakukan konsultasi kesehatan secara online dan lebih mudah. Jangan tunda lagi! Sayangi salah satu organ paling penting dalam tubuh Anda ini dengan melakukan pemeriksaan sejak dini.

Sumber:

  • Soeharto, I., 2004, Penyakit Jantung Koroner dan Serangan Jantung-Penyembuhan dan Rehabilitasi, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
  • kardioipdrscm
Facebook Comments