Jangan Anggap Sepele Anak Kena Diare

Sering masyarakat awam memandang sebelah mata penyakit diare. Penyakit yang menyerang pencernan ini dianggap akan sembuh sendiri tanpa harus ada penanganan khusus. Namun menurut Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2007, diare merupakan penyebab kematian pada 42 persen bayi dan 25,2 persen anak-anak usia 1-4 tahun.

Pada tahun 2013, WHO menuliskan beberapa fakta mengenai penyakit diare khususnya untuk anak-anak dengan usia di bawah 5 tahun :

  • Diare adalah penyebab kematian tertinggi kedua
  • Setiap tahun diare membunuh 760.000 anak di dunia
  • Diare merupakan penyebab utama malnutrisi anak-anak

Dari fakta yang didapat tersebut, maka diare bukanlah penyakit ringan apalagi diare menjangkit anak-anak balita.
Penyakit diare dibagi menjadi beberapa jenis, salah satunya adalah diare akut. Diare dapat disebut akut apabila seseorang melakukan buang air besar lebih dari 3 kali dalam 24 jam, dengan konsistensi cair dan berlangsung selama kurang dari satu minggu.

Melihat dari bahayanya penyakit diare, khususnya pada anak, orang tua mempunyai peranan sangat penting dalam mengetahui, mengatasi dan mengobati penyakit ini.

Hal-hal penting yang harus diperhatikan oleh orang tua apabila anak mengalami diare :

  • Mengetahui berapa lama diare berlangsung pada anak
  • Mengetahui frekuensi diare anak dalam sehari, warna dan konsistensi tinja serta adakah lendir atau darah dalam tinja.

Apabila orang tua sudah memahami dan mengetahui hal-hal di atas, tindakan awal yang dapat dilakukan orang tua adalah pemberian cairan rehidrasi oralit, sebanyak 5-10 ml/kg berat badan atau berdasarkan usia. Untuk anak usia di bawah 1 tahun, dapat diberikan sebanyak 50-100 ml sehari, usia 1 sampai 5 tahun sebanyak 100 – 200 ml dan usia di atas 5 tahun sesuai dengan kebutuhan. Untuk anak usia di bawah 1 tahun, ASI harus terus diberikan.

Jika pada anak sudah mulai terlihat gelisah atau cepat menangis, mata cekung, air mata berkurang, bibir kering, maka bawa anak segera fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis secepatnya. Penyakit diare dapat dicegah dengan menggunakan sumber air bersih, penanganan limbah manusia yang baik, selalu mencuci tangan dengan sabun sebelum menyentuh makanan, bayi mendapatkan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama, dan diberikan vaksin rotavirus.

Facebook Comments