Diabetes: Kenali, Cegah dan Kendalikan

head

Penyakit diabetes bagi sebagian banyak orang merupakan penyakit yang lebih banyak disebabkan karena mengkonsumsi gula berlebih. Tidak hanya itu saja, diabetes juga dianggap sebagai penyakit turunan yang tidak bisa dikendalikan sehingga perlu mengatur asupan gula yang dikonsumsi. Lalu, apakah penyakit ini hanya sebatas pada dua hal tersebut? Yuk kenali apa itu penyakit diabetes!

Menurut World Health Organization (WHO) PBB, sekitar 347 juta penduduk di dunia mengidap penyakit diabetes. Indonesia menempati urutan ke 4 di dunia dalam jumlah pengidap penyakit ini. Diabetes memang penyakit tidak menular, tetapi jangan salah paham, walau tidak menular tetapi penyakit ini memiliki resiko besar kematian. Diprediksikan oleh WHO, bahwa penyakit ini di tahun 2030 akan menjadi penyakit nomor 7 penyebab kematian.  Sebagai rangkaian tema Hari Kesehatan Dunia 2016, diabetes merupakan penyakit serius yang bisa dikendalikan.

Fakta Diabetes

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mencegah dan mengendalikan penyakit ini, yaitu :

Fakta-fakta penyakit diabetes

Diabetes atau juga dikenal sebagai diabetes mellitus adalah penyakit tidak menular yang ditandai dengan tingginya kadar gula dalam darah. Hal ini disebabkan adanya gangguan sekresi insulin atau gangguan kerja insulin. Insulin yaitu hormon yang dilepaskan oleh pankreas yang berfungsi mempertahankan kadar gula darah tetap normal.  Insulin memasukkan gula ke dalam sel sehingga bisa menghasilkan energi atau sebagai cadangan energi.

Pada tahun 2014, 9 persen orang dewasa di atas 18 tahun memiliki kecenderungan mengidap penyakit kencing manis ini dan tidak mengenal apakah dia orang kaya atau miskin. Diabetes dibagi menjadi 2 (dua) tipe, antara lain :

Diabetes tipe I

Diabetes tipe I biasanya ditemui pada pasien dengan usia dibawah 30 tahun. Diabetes tipe ini mempunyai karakteristik ketergantungan terhadap insulin dari luar tubuh setiap hari. Seseorang yang terjangkit diabetes tipe I biasanya disebabkan karena faktor genetika atau keturunan.

Gejala yang terjadi pada diabetes tipe ini antara lain ekskresi urin yang berlebihan atau terlalu sering buang air kecil (polyuria), rasa haus (polydipsia), selalu merasa lapar, penurunan berat badan, cepat merasa lelah serta perubahan perilaku di mana gejala ini bisa terjadi secara tiba-tiba.

Diabetes tipe II

Diabetes tipe II diidap oleh pasien dengan usia 30 tahun ke atas. Pada tipe diabetes ini, seseorang tidak terlalu memerlukan tambahan insulin dari luar tubuh kecuali dalam keadaan tertentu.

Gejala yang terjadi pada diabetes tipe II hampir sama dengan diabetes tipe I, namun penjangkitannya tidak hanya dari faktor genetika atau keturunan tetapi juga bisa terjadi dari gaya hidup dan pola kesehatan yang buruk.

Gejala Diabetes

Pengendalian dan Pencegahan Diabetes

Bagi pasien yang mengalami diabetes disebabkan oleh genetika, mereka tidak bisa disembuhkan tetapi kemungkinan besar bisa dikendalikan dengan baik. Sedangkan bagi pasien yang tidak memiliki genetik penyakit diabetes bukan berarti bebas dari penyakit tersebut. Gaya hidup dan pola makan kemungkinan besar sangat berpengaruh terhadap penyakit ini. Namun bukan berarti penyakit ini tidak bisa dikontrol dengan baik.

Beberapa cara di bawah ini bisa membantu pasien mengendalikan kadar gula dalam darah.

a.      Konsumsi Pare

Buah yang rasanya pahit getir ini ternyata dapat mengontrol kadar gula dalam darah dengan baik. Kandungan yang ada dalam pare merupakan reseptor insulin alami sehingga dapat mengatur tingkatan gula darah tanpa perlu pengaruh zat-zat kimia atau obat-obatan. Menambah pare sebagai menu diet dapat membantu mengembalikan efek resistensi insulin tanpa obat dan sangat penting untuk pengendalian serta pengobatan diabetes tipe II. Tidak hanya itu saja, pare juga bisa mencegah komplikasi diabetes yang disebabkan oleh konsentrasi gula darah yang terlalu tinggi.

b.      Konsumsi Kedelai

Kacang kedelai mengandung senyawa isoflavon yang berguna untuk memperbaiki dan mencegah kerusakan sel. Untuk mengendalikan penyakit diabetes, kandungan isoflavon tersebut dapat membantu memperbaiki resistensi insulin dan menjaga kestablina gula darah. Tidak hanya kandungan isoflavon, tetapi kedelai juga mengandung zat micronutrient yang mampu menstabilkan kesehatan tubuh.

c.       Olah raga teratur di pagi hari

Semua jenis penyakit dapat dicegah dengan cara olah raga secara teratur. Olah raga untuk para penderita diabetes bermanfaat untuk menjaga kesehatan berat badan. Seseorang yang malas berolah raga mengalami resiko obesitas yang lebih tinggi dan hal ini tidaklah baik untuk para pengidap diabetes tipe II.

Untuk mengontrol terjadinya diabetes, olah raga selama 30 menit selama 5 kali dalam seminggu sangat dianjurkan. Bagi mereka yang memiliki diabetes, olah raga High Intensity Interval Training sangat dibutuhkan untuk membantuk membentuk resistensi insulin dalam tubuh.

d.      Kurangi makanan yang mengandung karbohidrat dan gula

Sebagai orang Indonesia memang tidak mengonsumsi nasi sama dengan tidak makan kenyang. Faktanya, nasi mengandung karbohidrat tinggi dan gula sehingga rentan memicu terjadinya diabetes. Sebagai solusi, beras merah dapat menggantikan nasi putih karena lambat dicerna dalam tubuh. Selain itu, sayuran hijau dan makanan berserat dapat membantu asupan tubuh tanpa menambah gula dalam darah

e.      Mengganti minuman manis dengan air putih

Minuman manis dan bersoda merupakan dua hal yang cepat memacu tingginya gula dalam darah. Dengan mengganti minuman manis dan bersoda dengan air putih maka dapat meminimalisir tingginya gula dalam darah dan dapat menekan asupan gula yang masuk ke dalam tubuh.

Facebook Comments