Depresi Pasca Persalinan : Sedih Berkepanjangan Setelah Dianugerahi Buah Hati

Sumber : mommyconnections.ca

Ketika seorang perempuan baru saja melahirkan, orang-orang disekitar menyambut bahagia. Namun ternyata tidak semua berbahagia. Perempuan yang baru menjadi Ibu itu mengalami sedih berkepanjangan dan tidak menampakkan kegembiraan. Tidak hanya itu saja, ia merasa terus menerus kelelahan, mudah marah dan sering menangis. Rasa bersalah karena merasa tidak dapat menjadi ibu yang baik selalu menghinggapi dirinya.

Kelelahan setelah menjalani proses persalinan yang berat adalah hal normal dan dapat dipulihkan dengan istirahat serta bantuan kerabat dekat. Tetapi kelelahan yang amat sangat hingga lebih dari dua minggu bisa jadi merupakan gejala depresi pasca persalinan atau postpartum depression (PPD).
Continue Reading

Sedih Berkepanjangan, Waspadai Gejala Depresi!

http://cdn.tinybuddha.com/wp-content/uploads/2015/10/Depressed-Woman.png
Sumber : tinybuddha.com

Sedih adalah hal biasa. Tetapi terus menerus merasa sedih dan tertekan hingga berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan, tentu bukanlah kondisi normal.

Depresi sebenarnya dapat terjadi di berbagai tahapan usia, mulai dari anak hingga dewasa. Dilansir Kompas, pada 2011, di Indonesia tercatat gangguan kecemasan dan depresi pada orang dewasa saja mencapai 11,6 persen. Tetapi mengingat banyak orang yang tidak mencari pertolongan untuk menanganinya, maka sebenarnya angka pengidap depresi juga sulit ditentukan secara pasti.Continue Reading

Depresi Dapat Mengancam Jiwa

http://www.apa.org/Images/depression-title-image_tcm7-188201.jpg
Sumber : American Psychological Association (APA)

Dalam kosakata sehari-hari, kata depresi bisa jadi sebuah kata yang sudah tidak asing didengar. Mungkin dengan mudah kata tersebut disebut saat sedang berbincang. Namun, apakah Anda sudah paham betul apa itu depresi? Sebab, bisa jadi tanpa disadari Anda sedang mengalaminya dan bila tak waspada, depresi dapat berujung pada kematian.

Perjalanan hidup yang seringkali tak mulus atau padatnya rutinitas harian, kerap menimbulkan stres yang lambat laun bisa menjadi depresi. Sebuah penelitian terbaru dari Baycrest Centre for Geriatric Care di Toronto, Kanada, mengungkapkan bahwa terlalu banyak stres dapat menyebabkan perubahan otak yang berhubungan dengan depresi dan alzheimer. Dengan kata lain, stres yang berkepanjangan karena tak dikelola dengan baik (stres kronis) akan terpendam dalam jiwa dan dapat menjelma menjadi depresi.Continue Reading