Pembagian Harta Gono Gini Perlu Dipahami Sejak Masa Pacaran

Pembagian Harta Gono Gini Perlu Dipahami Sejak Masa Pacaran
sumber gambar: http://sg.theasianparent.com/wp-content/uploads/2013/04/shutterstock_40209760.jpg

Pembagian Harta Gono Gini penting untuk anda pahami

Salah satu akibat perkawinan terhadap harta suami dan istri adalah terbentuknya harta bersama atau yang lebih dikenal dengan harta gono gini. Dalam kenyataan di masyarakat, tidak semua perkawinan berjalan dengan langgeng dan tidak sedikit perkawinan yang berujung pada perceraian. Dalam hal terjadi perceraian, pembagian harta gono gini ini merupakan topik yang tidak terelakkan untuk dibahas oleh pihak suami dan istri.

Apa itu harta gono-gini?

Harta gono gini adalah harta benda yang diperoleh suami dan istri selama perkawinan berlangsung. Hal ini mengacu pada ketentuan Pasal 35 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan (“UU Perkawinan”). Misalnya setelah melangsungkan perkawinan, suami membeli sebuah rumah. Rumah tersebut adalah harta gono gini dari suami dan istri. Jadi, terjadi percampuran atas harta yang diperoleh oleh suami dan istri pasca perkawinan dilangsungkan.

Harta gono gini ini berbeda dengan harta bawaan. Harta bawaan diperoleh suami dan istri masing- masing sebelum perkawinan dilangsungkan dan tetap merupakan harta masing-masing pihak setelah perkawinan tersebut dilangsungkan. Ketentuan mengenai harta bawaan ini juga berlaku bagi harta benda yang diperoleh masing-masing suami dan istri sebagai hadiah atau warisan, sepanjang para pihak tidak menentukan lain (lihat Pasal 35 ayat (2) UU Perkawinan).

Bagaimana pembagian harta gono gini dalam perceraian?

Dalam hal terjadi perceraian, maka perlu dilakukan pembagian harta gono gini antara pihak suami dan istri. Berkenaan dengan pembagian harta gono gini tersebut Pasal 37 UU Perkawinan menyatakan bahwa, “Bila perkawinan putus karena perceraian, harta bersama/harta gono gini diatur menurut hukumnya masing-masing.” Lazimnya, harta gono gini dibagi secara seimbang 50:50 antara pihak suami dan istri. Hal ini juga sesuai dengan Yurisprudensi Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 424.K/SIP/1959 tertanggal 9 Desember 1959, bahwa dalam hal terjadi perceraian maka masing-masing pihak memperoleh setengah bagian dari harta bersama/harta gono gini. Pembagian harta gono gini secara 50:50 ini dapat dikatakan adil karena hak dan kedudukan suami dan istri pun seimbang di mata hukum.

Meskipun demikian, pembagian harta gono gini secara 50:50 ini juga dinilai tidak adil oleh sebagian kalangan. Hal tersebut dikaitkan dengan kontribusi yang diberikan masing-masing pihak. Misalnya saja terhadap istri yang bertindak sebagai pencari nafkah utama sekaligus sebagai ibu rumah tangga yang mengurusi pekerjaan rumah. Oleh karena itu, sebaiknya pembagian harta gono gini dilakukan secara proporsional sesuai kontribusi dari masing-masing pihak. Bila perlu, sebelum mengajukan gugatan perceraian, pihak suami dan istri berembuk untuk membuat kesepakatan bersama mengenai pembagian harta gono gini. Apabila hal tersebut tidak dimungkinkan, peran pengacara perceraian menjadi penting untuk menyusun dengan rinci tuntutan terhadap pembagian harta gono gini ketika mengajukan gugatan perceraian.

Bagaimana menghindari permasalahan pembagian harta gono gini?

Permasalahan pembagian harta gono gini dapat dihindari dengan membuat perjanjian perkawinan atau prenuptial agreement. Dalam perjanjian perkawinan, akan diatur mengenai pemisahan harta sehingga harta yang diperoleh sepanjang perkawinan pun akan tetap menjadi harta masing-masing pihak. Dengan demikian, apabila terjadi perceraian tidak akan ada permasalahan mengenai pembagian harta gono gini karena masing-masing pihak telah mempunyai hartanya masing-masing.

Ketentuan mengenai perjanjian perkawinan ini terdapat pada Pasal 29 UU Perkawinan. Terdapat tiga hal yang esensial terkait keabsahan perjanjian perkawinan. Perjanjian perkawinan ini harus dibuat secara tertulis, dilakukan sebelum atau pada waktu perkawinan dilangsungkan, dan disahkan oleh pegawai pencatat perkawinan supaya berlaku juga terhadap pihak ketiga. UU Perkawinan memang hanya mengatur bahwa bentuk perjanjian perkawinan adalah tertulis tanpa pengaturan yang lebih spesifik, namun sebaiknya perjanjian perkawinan tetap dibuat di hadapan Notaris sebagai pejabat umum yang membuat akta otentik. Dengan demikian, perjanjian perkawinan tersebut dapat mempunyai kekuatan pembuktian yang sempurna dan dijamin isinya oleh Notaris.

Facebook Comments

9 Comments

  • Pembicara Internet Marketing

    January 3, 2016 at 1:16 am

    Normally I do not read post on blogs, however I wish to say that this write-up very pressured me to take a look at and do so! Your writing taste has been surprised me. Thanks, quite nice post.|

  • 989849 428328You created various excellent points there. I did a search on the subject and located many people will have exactly the same opinion together with your weblog. 936622

  • life insurance lawyer attorney

    January 21, 2016 at 5:46 am

    545151 69338Your writing taste has been amazed me. Thank you, quite great article. 538326

  • Web Site

    January 23, 2016 at 4:11 pm

    951234 310952An incredibly interesting examine, I may possibly not concur entirely, but you do make some very valid points. 398034

  • economics tuition

    January 24, 2016 at 12:53 pm

    32963 997617Good day! This is my 1st comment here so I just wanted to give a quick shout out and tell you I truly enjoy reading through your articles. Can you suggest any other blogs/websites/forums that deal with the same subjects? Appreciate it! 462036

  • economics tuition

    January 25, 2016 at 12:00 am

    737318 74261I appreciate you taking the time to create this post. It has been actually valuable to me undoubtedly. Value it. 520892

  • important site

    January 25, 2016 at 10:11 pm

    I just want to say I am very new to blogging and site-building and honestly loved you’re web-site. Very likely I’m want to bookmark your blog . You surely come with good well written articles. Appreciate it for sharing with us your web-site.

  • gui hang di my gia re

    January 25, 2016 at 11:28 pm

    303330 922282You produced some decent points there. I looked on the internet for that dilemma and located a lot of people will go in addition to with the internet internet site. 9525

  • MoseABatdorf

    August 23, 2016 at 1:52 am

    Nice blog here! Also your website loads up very
    fast! What hosting company are you currently using? Should I buy your
    affiliate connect to your host? If only my website loaded up as
    fast as yours lol

Post a Comment