4 Hal Yang Perlu Diperhatikan Pasien Pasca Operasi Usus Buntu

ususbuntu-02Usus buntu atau appendektomi yang sudah mengalami pembengkakan atau infeksi membuat bagian perut serta pencernaan menjadi tidak nyaman. Salah satu tanda awal seseorang mengalami pembengkakan usus buntu yaitu terasa nyeri di bagian perut sebelah kanan. Apabila sakit tersebut sudah dirasa tidak tertahankan, maka perlu penanganan lebih lanjut. Penanganan yang dilakukan dengan jalan operasi yaitu memotong bagian usus buntu yang sudah bengkak tersebut.

Seseorang yang baru melaksanakan operasi pemotongan usus buntu perlu memperhatikan beberapa hal dalam pemulihannya, antara lain :

Nutrisi

Umumnya, seorang pasien yang baru dioperasi diizinkan untuk mengonsumsi air mineral dalam jumlah minimal setelah tindakan operasi pengangkatan usus buntu selesai. Sebelum ada cairan yang masuk, dokter melakukan observasi terlebih dahulu selama beberapa jam untuk menilai kesiapan Anda dalam mengonsumsi makanan atau minuman seperti biasa.

Apabila pasien tidak merasa mual atau muntah setelah minum air mineral, maka sudah diizinkan untuk mulai mengonsumsi makanan lunak yang mengandung rendah serat, sehingga mudah untuk dicerna oleh saluran pencernaan selama beberapa hari pertama pasca operasi. Contoh makanan lunak antar lain susu, jus buah segar, telur, pudding, sup, nasi, daging cincang, ikan, dan kentang yang dipanggang, rebus, atau tumbuk.

Hindari konsumsi makanan berat dan berminyak selama beberapa hari pertama pasca operasi karena dapat menyebabkan keluhan diare dan mual. Disarankan untuk minum air mineral yang cukup, kurang lebih 8-10 gelas setiap harinya, agar tidak terjadi dehidrasi dan mempermudah dalam proses buang air besar.

Aktivitas Fisik

Pasca operasi pengangkatan usus buntu, biasanya Anda diminta untuk tinggal di rumah sakit selama 1-2 hari untuk diobservasi lebih lanjut. Apabila tidak ditemukan tanda-tanda komplikasi dan penyembuhan dirasa sesuai dengan harapan, maka Anda akan diperbolehkan pulang dan kembali ke aktivitas sehari-hari.

Aktivitas ini dimulai dari duduk di tempat tidur, berjalan dengan hati-hati dengan jarak yang pendek, yang kemudian terus ditingkatkan sesuai toleransi hingga Anda dapat kembali beraktivitas secara normal.

Tetapi perlu diingat bahwa seorang pasien tidak sebaiknya melakukan aktivitas berat selama kurang lebih 3-5 hari setelah operasi laparoskopi (operasi pengangkatan usus buntu dengan menggunakan bantuan kamera). Sedangkan pada operasi terbuka, Anda sebaiknya tidak melakukan aktivitas berat selama kurang lebih 10-14 hari.

Perawatan Luka

Ganti balutan perban sesuai dengan instruksi dokter bedah Anda. Sebelum dan setelah menyentuh daerah sekitar luka bekas operasi, Anda diharapkan untuk mencuci tangan terlebih dahulu untuk mencegah terjadinya infeksi. Apabila ditemukan adanya nanah pada luka operasi, segera hubungi dokter Anda.

Selain itu, Anda juga tidak dianjurkan untuk berendam dan membasahi daerah luka hingga jahitan sudah diangkat oleh dokter bedah Anda dan dinyatakan dalam keadaan yang baik. Sehingga penting bagi Anda untuk menjaga luka operasi tetap kering dan bersih.

Hindari penggunaan pakaian yang bergesekan terhadap luka operasi dan meningkatan risiko terjadinya trauma yang dapat memperlambat proses penyembuhan luka. Anda diharapkan untuk kontrol kembali ke dokter bedah anda 1 minggu pasca operasi dan 3 bulan setelahnya.

Penanganan Nyeri

Penanganan nyeri pasca operasi pengangkatan usus buntu dapat dilakukan tanpa atau dengan menggunakan obat-obatan.

  • Penanganan nyeri tanpa obat: untuk mengurangi rasa nyeri, Anda dapat memfokuskan diri Anda dengan mendengarkan musik, memainkan video game, atau aktivitas lainnya. Metode ini dinilai efektif dalam membantu anak-anak menangani nyeri pasca operasi. Selain itu, Anda dapat mengurangi nyeri dengan meletakkan bantal pada regio perut dengan tekanan minimal ketika batuk.
  • Penanganan nyeri dengan obat: obat anti inflamasi non steroid (NSAID) seperti ibuprofen, aspirin, ketoprofen, dan naproxen seringkali digunakan untuk menangani nyeri ringan pasca operasi. Beberapa efek samping NSAID adalah nyeri perut, perdarahan saluran cerna, dan retensi cairan dalam tubuh. Tetapi efek samping biasanya hanya terjadi pada penggunaan NSAID jangka panjang. Sedangkan pada nyeri hebat, obat golongan opioid seperti morfin, oxycodone, dan hidromorfon dapat menjadi pilihan. Beberapa efek samping opioid adalah perasaan mengantuk, penurunan tekanan darah, detak jantung, dan laju pernapasan, ruam kulit, gatal, konstipasi, mual, dan sulit berkemih.

Apabila anda seorang pasien pasca operasi usus buntu, atau memiliki gejala  yang mengarah pada appendiktomi, anda bisa menghubungi atau berkonsultasi dengan dokter layanan primer melalui aplikasi Konsula.

Sumber : American college of surgeon: surgical patient education for appendectomy, webmd

Facebook Comments